Kenali 2 Hal Berikut Sebelum Melakukan Kateterisasi Jantung

Di dalam mengevaluasi fungsi jantung dan juga mendiagnosis kondisi dari kardiovaskular, biasanya dokter spesialis jantung akan melakukan kateterisasi jantung. Dalam prosedur medis ini, nantinya alat berupa kateter yang tipis akan dimasukkan ke pembuluh darah yang mengarah ke bagian jantung. Untuk anda yang ingin tahu lebih lanjut, simak ulasannya berikut ini.

jantung

Hal Yang Terjadi Saat Kateterisasi Jantung

Sebelum melakukan prosedur medis satu ini, pasien diharuskan untuk melakukan puasa selama 6 hingga 8 jam sebelumnya. Disini, selama prosedur dilakukan, maka pasien akan dibius lokal sehingga tak akan merasakan sakit, namun tetap terjaga. Adapun untuk prosedurnya sendiri adalah dengan melepaskan aksesoris atau perhiasan yang dapat mengganggu.

Selanjutnya, pasien diharuskan untuk mengenakan baju khusus dari pihak rumah sakit. Sebelumnya, tim dokter juga akan melakukan pencukuran pada area yang akan dimasuki kateter nantinya. Lalu, pasien pun akan diminta untuk berbaring di meja operasi. Nantinya elektrodiagram akan dipasang untuk memonitor kondisi dari jantung pasien.

Tahapan selanjutnya yang dilakukan dokter spesialis jantung adalah dengan menyuntikkan bius ke area kulit yang nantinya akan dimasuki kateter. Ketika proses ini, maka nantinya pasien akan merasakan sakit layaknya sedang digigit semut pada area tersebut. Kemudian dokter akan memasukkan kateter ke arteri maupun pembuluh vena.

Kateter tersebut nantinya akan diarahkan menuju ke jantung. Lanjut, setelah kateter berhasil masuk maka dokter akan menyuntikkan cairan kontras yang berfungsi untuk memvisualkan kondisi dari arteri dan jantung. Dimana hal tersebut akan menghasilkan gambar jantung dari sinar X.

 

Kondisi yang Dilarang Melakukan Prosedur Medis Satu Ini

Ketika menjalankan kateterisasi jantung, terdapat beberapa kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan ini. diantaranya adalah seperti terjadi gangguan pembekuan darah. Selain itu, apabila pasien menderita gagal ginjal akut juga tidak boleh melakukan hal ini.

Tak hanya itu saja, kondisi lain seperti terdapat masalah irama detak jantung atau aritmia juga dilarang untuk melakukan kateterisasi. Kondisi lain yang juga tidak diperbolehkan adalah memiliki riwayat stroke, mengalami infeksi, memiliki tekanan darah yang tinggi dan tidak terkendali.

Selain itu, jika anda alergi terhadap cairan pewarna kontras dan juga kekurangan zat besi atau kurang darah juga disarankan untuk tidak melakukan prosedur medis satu ini. jika anda memiliki masalah pada saluran pencernaan dan juga menderita gangguan elektrolit, anda pun juga tidak bisa atau dilarang melakukan kateterisasi jantung.

Umumnya proses satu ini akan dilakukan di laboratorium yang khusus. Perlu anda ketahui, proses kateterisasi jantung akan memakan kurang lebih 30 menit hingga 1 jam. Akan tetapi, dalam tahap persiapan dan pemulihannya akan memakan waktu kurang lebih hingga 9 jam. Sehingga, pasien pun diharuskan untuk menginap semalam di rumah sakit dalam masa pemulihan.

Baca Juga : 4 Alasan Memilih Heartology Untuk Permasalahan Jantung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *